Belajar Musik di Usia Dini, Mengapa Tidak?

Cangkringan - Usia bukanlah halangan untuk berkarya, sekalipun masih dalam usia dini. Mengajarkan kesenian dan keterampilan kepada anak-anak, tentu akan menjadi bekal yang bermanfaat.Hasil sebuah penelitian mengatakan musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika.

Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bawha pendidikan kesenian penting diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.

Implementasi dari penelitian tersebut, pendidikan kesenian sewaktu di SD mempengaruhi keberhasilan studi pada pendidikan berikutnya yaitu di SMP, dan begitu juga dengan pendidikan kesenian di SMP kan mempengaruhi keberhasilan studi pada masa di SMA. Dan kesenian di SMA, mau tidak mau menjadii factor penentu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang baik.

Dalam membantu pengembangan kecerdasan siswa-siswa, PAUD dan TK Pertiwi membekali siswa-siswinya dengan keterampilan memainkan musik drum band. Bermain drum band tidak hanya menjadi sebuah hiburan, melainkan memiliki banyak manfaat lain seperti melatih kedisiplinan, melatih keterampilan sosial dan melatih keterampilan akademis.

Drum band PAUD dan TK Pertiwi mengadakan latihan rutin yang dilaksanakan dua kali seminggu, yakni pada hari Selasa dan Kamis. Lebih dari dua puluh  anak terlibat dalam kelompok musik tersebut. Setiap proses latihan berlangsung, para siswa mengenakan seragam berwarna oranye-kuning dengan wajah yang ceria duduk berbaris rapi dan mengikuti latihan drum band dengan penuh semangat.

Para siswa memegang stick drum untuk memukul snare drum yang ada dihadapannya, sesuai dengan aba-aba dari guru pembimbing mereka. Tidak hanya itu, siswa yang masih dalam usia emas ini mengikuti setiap instruksi dari pembimbing dengan semangat

Pelatihan drum band PAUD dan TK Pertiwi tidak hanya berfungsi sebagai pendidikan semata. Anak-anak usia dini tersebut akan melatih mental mereka dalam sebuah pentas. Dalam waktu dekat, para siswa ini akan tampil pada upacara hari Kartini se-Kecamatan Banyudono yang pada tahun ini dipusatkan di Desa Cangkringan. Acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 21 April 2017 di Lapangan Utara Balai Desa Cangkringan.

Berita Terkini
Lima Ribu Untuk Kesehatan
Selasa 16 Mei 2017